Senin, 02 Mei 2016

KONFLIK



Pengertian Konflik
Konflik adalah suatu masalah sosial yang timbul karena adanya perbedaan pandangan yang terjadi di dalam masyarakat maupun negara. Adapun konflik menurut beberapa pakar :
Pengertian Konflik menurut Robbins, Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negatif atau akan segera memengaruhi secara negatif pihak lain.
Menurut Alabaness, Pengertian Konflik adalah kondisi yang dipersepsikan ada di antara pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian antara tujuan dan peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.
Dari kedua pengertian konflik yang disampaikan pakar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Konflik adalah proses yang dinamis dan keberadaannya lebih banyak menyangkut persepsi dari orang atau pihak yang mengalami dan merasakannya. Dengan demikian jika suatu keadaan tidak dirasakan sebagai konflik, maka pada dasarnya konflik tersebut tidak ada dan begitu juga sebaliknya.

Faktor penyebab konflik . Beberapa faktor penyebab konflik, yaitu :
(1)          Salah satu faktor penyebab konflik adalah Saling bergantungan.
Saling bergantungan dalam pekerjaan terjadi jika dua kelompok organisasi atau lebih saling membutuhkan satu sama lain guna menyelesaikan tugas.
(2)          Salah satu faktor penyebab konflik ialah perbedaan tujuan.
Perbedaan tujuan yang terdapat diantara satu bagian dengan bagian yang lain yang tidak sepaham bisa menjadi faktor penyebab munculnya konflik.
(3)          Salah satu faktor penyebab konflik yaitu perbedaan persepsi atau pendapat.
Dalam hal menghadapi suatu masalah, perbedaan persepsi yang ditimbulkan inilah yang menyebabkan munculnya konflik.

Faktor penyebab konflik menurut Smith, Mazzarella dan Piele antara lain :
(1)          Masalah komunikasi
merupakan salah satu faktor penyebab konflik, yang bisa terjadi pada masing-masing atau gabungan dari unsur-unsur komunikasi, yaitu sumber komunikasi, pesan, penerima pesan dan saluran.
(2)          Struktur organisasi
merupakan salah satu faktor penyebab konflik, yang secara potensial dapat memunculkan konflik. Pada setiap departemen atau fungsi dalam organisasi mempunyai kepentingan, tujuan dan programnya sendiri-sendiri yang seringkali berbeda dengan yang lain.
(3)          Faktor manusia
merupakan salah satu faktor penyebab konflik, sifat manusia satu dengan yang lain berbeda dan juga unik. Hal ini yang berpotensi memunculkan konflik.

Macam Macam Konflik
Berbicara mengenai macam macam konflik, maka konflik dibedakan dalam beberapa perspektif antara lain :
(1)          Konflik Intraindividu.
Konflik ini dialami oleh individu dengan dirinya sendiri karena adanya tekanan peran dan ekspektasi di luar berbeda dengan keinginan atau harapannya.
(2)          Konflik Antarindividu.
Konflik yang terjadi antarindividu yang berada dalam suatu kelompok atau antarindividu pada kelompok yang berbeda.
(3)          Konflik Antarkelompok.
Konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
(4)          Konflik Organisais.
Konflik yang terjadi antara unit organisasi yang bersifat struktural maupun fungsional. Contoh konflik ini : konflik antara bagian pemasaran dengan bagian produksi.

Macam macam konflik ditinjau dari fungsinya, yaitu :
(1)          Konflik Konstruktif
Merupakan konflik yang memiliki nilai positif bagi pengembangan organisasi.
(2)          Konflik Destruktif
ialah konflik yang berdampak negatif bagi pengembangan organisasi.

Macam macam konflik ditinjau dari segi instansionalnya, yaitu :
(1)          Konflik kebutuhan individu dengan peran yang dimainkan dalam organisasi.
Tidak jarang keinginan dan kebutuhan karyawan bertentangan atau tidak sejalan dengan kepentingan dan kebutuhan organisasi. Hal ini yang bisa memunculkan konflik.
(2)          Konflik peranan dengan peranan.
Misalnya setiap karyawan organisasi yang memiliki peran berbeda-beda dan ada kalanya perbedaan peran tiap individu tersebut memunculkan suatu konflik, karena setiap individu tersebut berusaha untuk memainkan peran tersebut dengan sebaik-baiknya.
(3)          Konflik individu dengan individu lainnya.
Konflik ini seringkali muncul jika seorang individu berinteraksi dengan individu lainnya karena latar belakang, pola pikir, pola tindak, minat, kepribadian, persepsi dan sejumlah karakteristik yang berbeda antara hubungan yang satu dengan yang lain.

Macam macam konflik ditinjau dari segi materi atau masalah yang menjadi sumber konflik, yaitu :
(1)          Konflik tujuan.
Adanya perbedaan tujuan antarindividu, organisasi atau kelompok dapat memunculkan konflik.
(2)          Konflik peranan.
Setiap manusia memiliki peran lebih dari satu. Peran yang dimainkan ini seringkali memunculkan konflik.
(3)          Konflik nilai.
Nilai yang dianut seseorang seringkali tidak sejalan dengan sistem nilai yang dianut organisasi atau kelompok. Hal ini juga dapat berpotensi untuk memunculkan konflik.
(4)          Konflik kebijakan.
Konflik ini muncul karena seorang individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang ditetapkan organisasi.

Macam macam konflik menurut Mastenbroek, yaitu :
(1)          Instrumen Conflicts
adalah Konflik yang terjadi karena adanya ketidaksepahaman antarkomponen dalam organisasi dan proses pengoperasiannya.
(2)          Socio-emotional Conflicts
yaitu konflik yang berkaitan dengan identitas, kandungan emosi, prasangka, kepercayaan, citra diri, keterikatan, identifikasi terhadap kelompok, lembaga dan lambang-lambang tertentu, sistem nilai dan reaksi individu dengan yang lainnya.
(3)          Negotiating Conflicts atau konflik negosiasi
ialah ketegangan-ketegangan yang dirasakan pada waktu proses negosiasi terjadi, baik antara individu dengan individu maupun kelompok dengan kelompok.
(4)          Power and Dependency Conflicys
adalah konflik kekuasaan dan ketergantungan berkaitan dengan persaingan dalam organisasi, misalnya pengamanan dan penguatan kedudukan yang strategis.

Analisa Contoh Kasus :
MEDAN, KOMPAS.com — Tepat pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dunia pendidikan Medan tercoreng peristiwa berdarah. Seorang mahasiswa diduga telah melukai leher dan menebas tangan dosennya sendiri hingga tewas, Senin (2/5/2016) petang.
Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang bernama Dra Hj Nurain Lubis (63) mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami luka cukup parah di leher dan tangannya yang nyaris putus.
Kejadiannya di FKIP. Ibu itu langsung dibawa ke rumah sakit karena leher dan tangannya digorok mahasiswa FKIP. Motifnya enggak tahu kami," kata Fajar (24), salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi UMSU.
Peristiwa tersebut terjadi di depan kamar mandi Gedung B kampus yang berada di Jalan Mukhtar Basri, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.
Berdasarkan informasi yang didapat Kompas.com, disebutkan bahwa korban hendak menuju kamar mandi seusai berbicara dengan pelaku yang berinisial RS.
Sebelum itu, keduanya terlibat perbincangan serius yang menurut informasi terkait skripsi hingga berujung cekcok. Korban lalu meninggalkan pelaku dan menuju kamar mandi.
Diduga tersinggung dengan sikap korban, pelaku menunggu korban hingga keluar dari kamar mandi. Begitu korban keluar, dengan cepat, pelaku melukai leher dan menebas tangan korban. Korban sempat menjerit sebelum ambruk di halaman kampus.
Pelaku yang ketakutan bersembunyi di dalam kamar mandi. Pelaku bertahan lama di dalam kamar mandi, tak berani keluar lantaran ratusan mahasiswa menunggunya di luar dengan amarah.
Personel Sabhara, Polsekta Medan Timur, dan Polresta Medan pun akhirnya datang untuk mengamankan RS
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi bdari pihak UMSU dan Polresta Medan.

Analisis Kasus dan solusi :
Dari apa yang telah saya baca di news kompas.com. saya dapat menyimpulkan bahwa konflik yang terjadi di kasus ini adalah konflik individu dimana terjadinya cekcok terhadap RS dan Dra Hj Nurain Lubis terkait pembicaraan tentang skripsi. Dalam cekcok tersebut membuat RS tersinggung dengan sikap Dra. Hj. Nurain Lubis dan membuat RS bertekat untuk  melukai Dra. Hj. Nurain Lubis yaitu dengan leher dan menebas tangan Dra. Hj. Nurain Lubis.
Menurut saya solusi untuk kasus ini agar tidak ada lagi kasus seperti ini, jika ada keperluan yang harus di bicarakan haruslah di tempat yang seharusnya, karena di situ saya baca kejadian pembicaraan terkait skripsi tersebut berlokasi di hendaknya korban menuju toilet yang bukan seharusnya pembicaraan itu dilakukan di situ. Dan jika ingin membicarakan persoalan haruslah di bicarakan dengan baik-baik dan di akhiri dengan mufakat agar tidak ada kerugian yang di dapat.
Dan untuk kelanjutan kasus ini, dengan berbicara dengan perbuatan RS maka serahkanlah pada pihak yang berwenang untuk memberikan hukuman sesuai peraturan dalam UU.

Referensi
http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-konflik-faktor-penyebabnya.html
http://regional.kompas.com/read/2016/05/02/183813/Cekcok.soal.Skripsi.Mahasiswa.Bunuh.Dosennya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar